Jumat, 30 September 2011

Info Nusantara: Jembatan Suramadu


Suramadu, dari namanya saja kita sudah dapat menebak kepanjangan dari nama tersebut. Suramadu merupakan kepanjangan dari Surabaya-Madura. Jembatan Suramadu saat ini merupakan jembatan terpanjang yang ada di Indonesia yang menghubungkan antara kota Surabaya dengan Pulau Madura. Jembatan Suramadu melintang diatas Selat Madura sepanjang 5,4 km. Konstruksi Jembatan Suramadu ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Cause Way, Approach Bridge dan Main Bridge. Cause Way digunakan untuk menghubungkan bagian jembatan dengan daratan. Dilanjutkan dengan approach bridge yang menghubungakan dengan bagian utama jembatan. Dan yang terakhir adalah Main Bridge yang membentang diatas Selat Madura. Pada Main Bridge digunakan konstruksi Cable Stayed. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 10 Juni 2009 setelah selesai melalui proses pembangunan sejak 20 Agustus 2003. Saat ini masyarakat Surabaya dan Madura telah memanfaatkan jembatan ini sebagai sarana penghubung dua daerah, sehingga diharapkan arus perekonomian kedua daerah tersebut menjadi merata dan meningkat. Selain itu Jembatan Suramadu juga dapat menjadi alternatif kunjungan wisata jika berkunjung ke Surabaya. Maju Terus Pembangunan Indonesia !!! Kita nantikan selanjutnya kehadiran Jembatan Selat Sunda .


Sumber: berbagai sumber.

Batik Kian Mendunia

Berikut adalah sejumlah bukti bahwa batik tidak hanya dikenal di Indonesia. Batik ternyata telah dikenal dibelahan dunia barat dan bahkan artis terkenal juga ikut mengenakannya. Jadi bagaimana menurut anda? apakah anda masih enggan atau merasa malu untuk mengenakan busana batik. Mari kita kenakan batik sebagai wujud kecintaan kita pada seni budaya Indonesia, sebuah seni budaya yang bahkan menjadi bagian dari warisan budaya dunia menurut UNESCO.

Jessica Alba 1

Jessica Alba 2

Jessica Alba 3

Rachel Bilson

Kamis, 29 September 2011

Info Jakarta: Peluncuran Feeder Busway



Mulai kemarin siang telah hadir satu jenis sarana transportasi baru dijalanan Ibu Kota. Namun sarana tersebut tidak sama sekali asing lagi, melainkan suatu feeder dari sarana transportasi yang sudah ada saat ini, yaitu transjakarta atau masyarakat lebih sering menyebutkan dengan Busway. Feeder Busway diresmikan kemarin siang oleh Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang kini melayani tiga rute dengan tarif sebesar Rp 6.500. Lho kenapa lebih mahal? Jawabannya adalah karena feeder busway ini berbeda dengan feeder-feeder lainnya yang sudah terlebih dahulu ada. Feeder Busway yang satu ini langsung terintegrasi secara fisik dengan jalur busway, dengan kata lain penumpang langsung dapat turun di halte busway. Selain itu ternyata dari jumlah tarif yang dikenakan sudah terintegrasi dengan harga tiket bus transjakarta, sehingga dari tarif Rp 6.500 tersebut dapat dirinci sebesar Rp 3.000 untuk tiket bus feeder dan Rp 3.500 untuk tiket bus transjakarta. 


Tiga rute yang dilayani oleh feeder busway ini adalah  rute 1 Sentra Primer Barat-Daan Mogot, rute 2 Tanahabang-Balaikota dan rute 3 Sudirman Central Bisnis Distrik (SCBD)-Senayan. Total armada yang akan beroperasi untuk tiga rute tersebut ada sebanyak 15 armada. Dengan rincian 6 armada di rute 1, sebanyak 4 armada di rute 2 dan 5 armada untuk rute 3.

Untuk kapasitas, bus feeder dapat mengangkut 20 penumpang duduk dan 15 penumpang berdiri. Dengan adanya fasilitas ini diharapkan akses penumpang dari tempat-tempat yang dilalui jalur busway menjadi semakin mudah dan cepat untuk dapat menuju ke halte bus transjakarta.

Selasa, 27 September 2011

World Batik Summit 2011


Pada hari ini, Rabu tanggal 28 September 2011 diadakan sebuah acara bertajuk batik yang dinamakan World Batik Summit atau Konfensi Batik Internasional. Acara ini dibuka pagi tadi oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Pameran batik berskala internasional mengenakan tema "Indonesia: Global Home of Batik". Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Bapak SBY dan dilanjutkan dengan pemberian sambutan oleh beliau. 

Acara World Batik Summit ini diikuti oleh peserta tidak hanya dari dalam negeri, namun juga menghadirkan para peserta dari luar negeri. Total peserta mencapai 1000 peserta dari dalam dan luar negeri yang juga melibatkan berbagai kalangan, mulai dari produsen, akademisi, pemasar, praktisi, desainer, kolektor dan penggemar batik dari seluruh penjuru dunia. Dengan acara ini diharapkan dapat membuat Indonesia lebih dikenal sebagai negara asal batik semenjak UNESCO telah menobatkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.

World Batik Summit diselenggarakan di Jakarta Convention Center (JCC) mulai hari ini sampai dengan tanggal 2 Oktober 2011 dengan harga tiket masuk Rp.10.000,- per pengunjung. Jadi...tunggu apalagi, segera kunjungi pameran batik bertaraf internasional ini untuk lebih mengenal budaya seni batik Indonesia. Siapa tahu anda juga dapat menemukan batik yang sesuai dengan selera anda.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi website WBS di alamat berikut ini :  http://indonesia.worldbatiksummit.com

"Oto-Batik" : Motif Batik Pada Otomotif

Di era modern saat ini, ternyata penerapan motif batik tidak lagi terbatas pada kain seperti jaman-jaman sebelumnya. Salah satu yang unik menurut saya adalah penerapan motif batik pada kendaraan roda empat seperti mobil. Kecintaan pada seni batik yang dimiliki oleh sang pemilik mobil membuat mereka menerapkan konsep batik di mobil kesayangan mereka. Berikut adalah beberapa contoh dari "Mobil Batik" yang pernah menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia khususnya. Maju terus batik Indonesia, Mari kita selalu ikut serta dalam melestarikan budaya asli Indonesia. Kami tunggu kreasi anda sendiri !



Asal Kata dan Sejarah Batik di Indonesia



Batik yang saat ini sering kita pergunakan dalam berbagai acara ternyata memiliki latar belakang sejarah yang panjang. Asal kata Batik itu sendiri berasal dari bahasa Jawa "amba" yang artinya menulis, dan "titik". Batik telah lama menjadi kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi. Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta. 



Kesenian batik ini di Indonesia telah dimulai saat zaman Kerajaan Majapahit dan terus berkembang kepada kerajaan dan raja-raja berikutnya. Adapun mulai meluasnya kesenian batik ini menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa ialah setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX. Batik yang dihasilkan ialah semuanya batik tulis sampai awal abad ke-XX dan batik cap dikenal baru setelah perang dunia kesatu habis atau sekitar tahun 1920. Adapun kaitan dengan penyebaran ajaran Islam. Banyak daerah-daerah pusat perbatikan di Jawa adalah daerah-daerah santri dan kemudian Batik menjadi alat perjuangan ekonomi oleh tokoh-tokoh pedagang Muslim melawan perekonomian Belanda. 


Kelebihan batik pun telah kita rasakan. Batik dapat dipergunakan dalam berbagai bentuk acara, baik formal maupun informal, yang membuat penggunanya tampak rapi dalam tatanan berpakaian. Jadi marilah kita sebagai bagian dari bangsa Indonesia ikut serta melestarikan dan mengembangkan seni batik yang merupakan hasil karya dari nenek moyang kita sendiri.

Senin, 26 September 2011

Batik Distro: Toko Batik Online

Toko online saat ini merupakan salah satu bentuk pemasaran secara digital yang menawarkan kemudahan bagi calon konsumen sehingga dapat mendapatkan yang diinginkan tanpa harus keluar rumah. Berbagai macam produk dapat kita pesan langsung dari depan komputer. Salah satu yang menarik perhatian saya adalah sebuah situs yaitu BatikDistro.com yang menawarkan aneka produk batik pria dan wanita dan beragam jenis kerajinan batik mulai dari jaket batik, tas batik sampai souvenir pernikahan yang masih berunsur batik.

Tampilan website sangat menarik dan banyak ragam batik yang sangat menarik dari segi tampilan dan kualitas. Dengan harga yang sangat terjangkau tentunya membuat kita ingin memiliki produk yang ditawarkan. Selain itu pembuka website ini juga dapat menemukan dengan mudah cara untuk memesan dan mendapatkan produk yang ditawarkan. Semuanya dapat diilakukan secara online di website BatikDistro.com ataupun dengan cara menghubungi nomor telepon yang tecantum di halaman website.

Untuk pemesanan secara  online, kita pertama perlu mendaftarkan alamat email dan alamat pengiriman serta nomor telepon yang dapat dihubungi. Setelah itu, kita langsung dapat memilih produk yang diinginkan dan cara pengiriman. Kalau saya biasa menggunakan JNE untuk pengiriman produk. Saat transaksi sudah selesai, maka admin akan mengirimkan email konfirmasi produk dan harga ke alamat email yang kita daftarkan. Respon dari admin pun sangat cepat dan ramah.

Berbagai metode pembayaran juga ditawarkan. Kita dapat melakukan pembayaran via transfer atm, antara lain ke rekening Bank Mandiri dan BRI.

Sebuah perpaduan yang unik, pemasaran seni budaya Indonesia secara Online...

Selamat Berbelanja di BatikDistro.com

Minggu, 25 September 2011

Ingin Tahu Cara Meningkatkan Kunjungan ke Web atau Blog Anda?







Cara mudah dan cepat bagi pemilik website atau blog untuk meningkatkan traffic atau kunjungan ke website atau blog mereka adalah dengan menggunakan jaringan dari Plipeo. Cukup mendaftar pada plipeo.com dan ikuti petunjuk yang tercamtum di situs Plipeo.com. Admin Plipeo akan mengirimkan email berisi Username dan Password yang kita gunakan untuk login ke plipeo.com

Setelah mendaftar blogger dapat memposting artikel mereka dalam jaringan plipeo sehingga dapat memperoleh traffic pengunjung dengan mudah. Metode yang digunakan untuk meningkatkan traffic di web atau blog anggota plipeo pun saya rasa sangat menarik. Saat kita telah login dan kita memposting artikel kita di website plipeo maka link artikel kita ke blog atau web juga akan muncul dan akan mengarah ke alamat web atau blog kita saat ada pembaca lain yang meng-klik-nya.

Metode lain yaitu, dari artikel yang kita posting juga akan secara random muncul di web atau blog anggota plipeo lain. Hal ini dikarenakan masing-masing anggota Plipeo harus mencantumkan widget dari Plipeo yang berisi ke link alamat blog atau website anggota lainnya. Disinilah pertukaran traffic terjadi. Semakin menarik dan orisinal isi artikel kita, maka kemungkinan menerima klik dari anggota lain atau pembaca dari website atau blog anggota lain dapat semakin besar.

Suatu ide yang menurut saya sederhana namun unik yang telah dikembangkan oleh Plipeo. Dan tentunya sangat membantu bagi para pemilik website dan blogger yang ingin meningkatkan jumlah kunjungan ke alamat mereka. Terima Kasih Plipeo.com :)

Sabtu, 24 September 2011

Pesona Batik Nusantara


Batik Papua



UNESCO Setujui Batik Sebagai Warisan Budaya Indonesia


Bogor (ANTARA News) - Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membawahi masalah kebudayaan, UNESCO, telah menyetujui batik sebagai warisan budaya tak benda yang dihasilkan oleh Indonesia.

Keberhasilan itu telah dilaporkan oleh Menko Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada pertemuan di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin.Menurut Menko Kesra, peresmian batik sebagai warisan budaya tak benda dari UNESCO itu akan diselenggarakan pada suatu rangkaian acara pada 28 September 2009 hingga 2 Oktober 2009 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab."Kami telah menerima pemberitahuan dari UNESCO bahwa batik diakui sebagai satu warisan dunia yang dihasilkan dari Bangsa Indonesia," ujarnya.Untuk merayakan keberhasilan itu, lanjut dia, Presiden Yudhoyono mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mengenakan pakaian batik demi penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia tersebut."Presiden menyampaikan untuk memelihara itu. 

Menbudpar sendiri telah memberikan jaminan bahwa batik akan terus dibudayakan di Indonesia," ujarnya.Warisan budaya tak benda kemanusiaan merupakan satu dari tiga daftar yang dibuat di bawah Konvensi UNESCO 2003 mengenai Perlindungan Warisan Budaya Tak Benda untuk Kemanusiaan.Indonesia telah menjadi negara pihak di dalam konvensi tersebut.Sejak 2008, pemerintah telah melakukan penelitian lapangan dan melibatkan komunitas serta ahli batik di 19 provinsi di Indonesia untuk menominasikan batik sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan dari UNESCO.Menurut Menko Kesra, UNESCO menilai batik sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan serta simbol dan filosofi yang mendalam mencakup siklus kehidupan manusia. "Bukan hanya batik dianggap budaya asalnya dari Indonesia, tetapi diakui sebagai satu representasi dari budaya tak benda dari kemanusiaan," ujarnya.

Sebagai kain tradisional, lanjut dia, batik kaya akan nilai budaya sebagai kerajinan tradisional yang diwarisi secara turun temurun.Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik mengatakan sejak 2003 kebudayaan Indonesia telah diakui oleh UNESCO dengan diraihnya sertifikat wayang sebagai warisan budaya tak benda dan keris sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia.Selanjutnya, menurut Jero, pemerintah sedang menominasikan angklung sebagai warisan budaya dari Indonesia ."Kita terus memperjuangkan satu per satu karya budaya," ujarnya.  (*)
Editor: Bambang

Batik Distro



Toko Batik Online, dengan beragam pilihan jenis motif batik yang sangat rugi jika anda belum lihat.
Kunjungi website Batik Distro dengan meng-klik pada link dibawah ini :


Selamat berbelanja warisan budaya Indonesia dengan cara modern :)

Info Aneka Toko Online di Portal-anda

Scroll ke bagian bawah blog ini untuk menemukan pojok "Aneka Toko Online"

Tempat sharing link website dari berbagai produk yang dapat anda pesan secara online, mulai dari pemesanan jam tangan sampai Kartu Perdana GSM/CDMA nomor pilihan secara online. Dengan metode pembayaran yang biasa diterapkan melalui transfer atm dan pengiriman barang dengan jasa kurir TIKI/JNE.

Kini anda dapat berbelanja berbagai keperluan langsung dari depan komputer.



RI Ajak Negara-negara OKI Jadikan Palestina Anggota PBB ke-194



Semoga terwujud masa depan yang lebih baik, berikut artikel dari detiknews.com :


RI Ajak Negara-negara OKI Jadikan Palestina Anggota PBB ke-194

Hery Winarno - detikNews


Jakarta - Indonesia mendukung upaya Palestina untuk menjadi anggota penuh PBB. Tidak hanya itu, Indonesia juga mengajak negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) dan masyarakat internasional untuk mendukung Palestina sebagai anggota PBB ke-194.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa meminta negara-negara OKI untuk ikut mendukung kemerdekaan di Palestina saat menghadiri pertemuan Tingkat Menlu OKI, di New York, Amerika Serikat.

"Isu Palestina adalah prioritas utama OKI dan Indonesia mendukung penuh upaya Palestina menjadi negara anggota PBB," tutur Menlu Marty dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (24/9/2011).

Pertemuan OKI tersebut diselenggarakan di sela-sela sesi ke-66 Sidang PBB dan dihadiri sekitar 137 Kepala Negara/Pemerintahan, termasuk dari negara-negara OKI dan Gerakan Non Blok (GNB).

"Keanggotaan tersebut akan menjadi puncak perjuangan panjang rakyat Palestina menikmati hak-haknya untuk merdeka," terang Marty dihadapan para Menlu OKI.

Menurut Marty, kemerdekaan tidak bisa diserahkan kepada negara tersebut untuk berjuangnya sendiri. Saat ini kemerdekaan perlu mendapatkan dukungan dari negara-negara lain agar Palestina diakui oleh Dewan Keamanan PBB.

"Oleh karena itu, kita harus mengumpulkan semua kekuatan untuk mendorong komunitas internasional yang belum mengakui negara Palestina. Mereka harus segera memberikan pengakuan tanpa ditunda-tunda. Demi keadilan," imbuhnya.

Rabu, 21 September 2011

SPAN: KONSEPSI DAN PROSPEK IMPLEMENTASI

Direktorat Jenderal Perbendaharaan | Departemen Keuangan
Rubrik : Liputan Kegiatan
SPAN: KONSEPSI DAN PROSPEK IMPLEMENTASI
Publikasi: Senin, 4 Agustus 2008
-Laporan dari Sosialisasi SPAN Project, Jum’at, 18 Juli 2008 di Kantor Pusat Ditjen Perbendaharaan

Modernisasi pengelolaan keuangan pemerintah memerlukan dukungan sistem informasi yang handal dan terintegrasi, mulai dari perencanaan anggaran, perbendaharaan dan pelaksanaan anggaran, pengelolaan utang, maupun pelaporan dan pengawasan. Sebagai bagian dari reformasi di bidang keuangan, sejak tahun 2004 Dep. Keuangan telah merencanakan untuk melakukan reformasi sistem informasi, khususnya di bidang perbendaharan dan penganggaran. Rencana tersebut akan dibiayai dengan pinjaman dari Bank Dunia dalam payung Government Financial Management and Revenue Administration Project (GFMRAP) di Dep. Keuangan. Salah satu unsur utama dalam GFMRAP tersebut adalah Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) Project. SPAN project adalah proyek jangka panjang yang menempatkan DJPB dan DJA sebagai leading institutions, meliputi pembangunan sistem perbendaharaan dan anggaran negara yang sesuai dengan best practices yang diharapkan, dengan didukung oleh sistem informasi yang modern, baik yang terkait dengan software maupun hardware, melibatkan dan menghubungkan sistem informasi perbendaharaan dan anggaran di beberapa Eselon I di Dep. Keuangan, lima kementrian/lembaga negara di pusat, DPR, seluruh KPPN dan institusi pemerintah lainnya yang ditetapkan.

Mengingat sangat strategisnya SPAN Project bagi Dep. Keuangan dan secara khusus bagi DJPB, proyek ini perlu didukung dan ‘dimiliki’ oleh seluruh jajaran DJPB. Untuk itu, guna memperkenalkan dan meningkatkan ownership atas SPAN Project maka telah dilakukan sosialisasi terhadap para Kakanwil di lingkungan DJPB di Jakarta tanggal 18 Juli 2008, atau sehari setelah para Kakanwil mengikuti Seminar Nasional Program Percepatan Akuntansi Pemerintah. Sosialisasi dilakukan oleh Dirjen Perbendaharaan, Bapak Herry Purnomo, dengan didampingi oleh Sekretaris Ditjen Perbendaharaan, Bapak Siswo Sujanto, dan Staf Khusus Menteri Keuangan di bidang IT, Bapak Bobby AA. Nasief, dan salah seorang Konsultan IT SPAN Project, Bapak Hari Noegroho. Hadir pula dalam acara sosialiasai, Direktur Sistem Perbendaharaan, Direktur Pelaksanaan Anggaran dan pejabat-pejabat Ditjen Perbendaharaan lainnya.

Revitalisasi Fungsi Treasury di DJPB

Pada awal sosialisasinya, Bapak Herry Purnomo mengingatkan kepada para Kakanwil tentang perlunya semua jajaran DJPB untuk berubah, menyambut tantangan perkembangan yang sangat cepat dan dinamis di dunia keuangan termasuk keuangan negara. Proses splitting dan melting organisasi lama ke organisasi baru sudah selesai, dan sekarang sudah waktunya untuk berganti dengan budaya organisasi baru yang egaliter, inovatif dan kreatif dalam organisasi pembelajar yang professional.

Bapak Herry Purnomo mengingatkan bahwa saat ini DJPB memegang peranan yang sangat strategis dalam pengelolaan keuangan negara. Beliau mencontohkan, di bidang regulasi, DJPB adalah leading institution dalam pembuatan regulasi untuk pelaksanaan APBN, penerusan pinjaman, dan investasi pemerintah (PIP). DJPB juga sebagai cash manager pemerintah, yang menugaskan DJPB sebagai institusi yang paling bertanggungjawab dalam proses penyaluran dan pengelolaan kas pemerintah, termasuk penerapan treasury single account (TSA), pengelolaan idle cash, dan pengelolaan penerimaan negara melalui MPN. DJPB juga bertanggungjawab dalam proses administrasi dan pembuatan laporan seperti dalam penerbitan dokumen DIPA, LKP, “Buku Merah”, dan LKPP. DJPB juga berfungsi sebagai service provider pada pihak ketiga dan instansi pemerintah lainnya, seperti misalnya dalam hal penerbitan SP2D, BAS, revisi/dispensasi DIPA, LKPP dan penyebaran aplikas IT seperti untuk SAP, SPM, Gaji, dan lain-lain. Selanjutnya, DJPB juga berfungsi sebagai ‘guru’ dalam pengelolaan keuangan Negara, pembuatan regulasi dan pengembangan IT lainnya untuk kementrian/lembaga.

Bapak Herry Purnomo menambahkan pula bahwa masih banyak pekerjaan mendesak yang harus segera diselesaikan. Hal ini, misalnya, terkait dengan penerapan TSA secara penuh untuk rekening bendahara pengeluaran (UP/TUP/Gaji/LS/lainnya) dan bendahara penerimaan (bank persepsi), serta perbaikan pengelolaan rekening-rekening pemerintah baik di bank umum maupun di Bank Indonesia. Termasuk dalam hal ini adalah penciptaan sweeping account dan rekening-rekening pemerintah lainnya di Bank Indonesia dalam rangka rencana penerapan TSA secara penuh dan rencana pemberian remunerasi dana pemerintah di Bank Indonesia.

Pentingnya peran DJPB tersebut tentunya menuntut perbaikan terus menerus dibidang SDM dan sarana/prasaran lainnya termasuk dibidang sistem informasi. Dalam bidang SDM, saat ini kondisinya berlimpah tetapi kualitas dan integritas belum memadai. Kondisi ini tengah terus dibenahi oleh DJPB misalnya dengan pelatihan baik internal maupun eksternal. Dibidang IT, tentunya disamping perbaikan-perbaikan yang tengah dilakukan, maka keberhasilan SPAN Project dapat merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kinerja sistem perbendaharaan dan anggaran.

SPAN Concept v.s. SPAN Project

Terkait dengan akan dilaksanakannya SPAN Project, Bapak Herry Purnomo menyampaikan bahwa dalam arti konsep sebenarnya SPAN sudah menjadi bagian integral DJPB. Dalam hal ini, beliau menyampaikan bahwa DJPB bersama-sama dengan DJA, kementrian/lembaga dan stakeholder lainnya, telah terus menerus mereformasi SPAN khususnya yang terkait dengan fungsi DJPB dalam pengelolaan fungsi perbendaharaan dan penganggaran di Dep. Keuangan. Beberapa milestones beliau contohkan seperti pembentukan KPPN Percontohan, penerapan (terbatas) TSA, perbaikan terus menerus pada sistem akuntansi dan pelaporan, serta hal-hal lainnya terkait otomasi pelaksanaan tugas dan kewajiban di DJPB. Reformasi SPAN yang direncanakan (SPAN Project) adalah secara dinamis guna lebih meningkatkan hal-hal yang telah dicapai saat ini, dan mengarah pada best practices yang diharapkan akan dicapai oleh DJPB.


Secara lebih detail, Bapak Herry Purnomo menjelaskan bahwa SPAN Project adalah suatu proyek jangka panjang, sebagai bagian dari reformasi keuangan negara di bidang perbendaharaan dan anggaran, yang bertujuan: (i) menjembatani ‘gap’ dengan best practices, dalam koridor peraturan perundangan, serta untuk meningkatkan semua yang sudah dicapai hingga kini, (ii) bercirikan turn-key project dan berbasis pada aplikasi Commercial of the Self (COTS), yang dibiayai World Bank Loan dan merupakan bagian dari GFMRAP Dep. Keuangan, (iii) namun, bagian terbesar dari dana GFMRAP (kurang lebih 80% dari seluruh dana) akan digunakan untuk pengembangan SPAN Project di DJPB dan DJA, dan (iv) sebagai suatu proyek, SPAN dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu (ada ‘awal’ dan ‘akhir’ , meliputi kurang lebih 4 tahun).

Sebagaimana terlihat dalam Gambar disamping, SPAN sebagai suatu proyek adalah sebagai langkah awal untuk mewujudkan suatu sistem informasi keuangan yang terpadu (Integrated Financial Management Information System – IFMIS), dengan karakteristik termasuk: (i) terintegrasi /terotomasi secara penuh, yang sangat mendukung optimalisasi manajemen kas, termasuk optimalisasi perencanaan dan pengendalian kas, (ii) data base yang terpusat, meliputi data dari perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, dan data keuangan lainnya, serta perekaman data hanya sekali, (iii) memungkinkan ‘what if ‘ analysis, (iv) beroperasi dengan menggunakan bisnis proses sesuai best practices yang ada dalam koridor peraturan perundangan, dan (v) menghubungkan secara on-line melalui teresterial, satelit, dial-up, dan sistem jaringan lainnya antara : DJA, DJPB, 30 Kanwil DJPB, 178 KPPN, dan kementerian/lembaga (pada awal implementasi kementerian/lembaga yang terhubung adalah: Keuangan, Pekerjaan Umum, Kesehatan, Pertanian, dan Pendidikan Nasional di tingkat pusat).

Terkait dengan konsepsi SPAN tersebut, Bapak Siswo Sujanto mengingatkan bahwa secara konsep SPAN melibatkan semua stakeholder di bidang perbendaharaan dan anggaran negara, termasuk DPR, Bappenas, dan kementrian/lembaga lainnya. Dengan demikian, perbaikan terus menerus pada sistem perbendaharaan dan anggaran di DJPB dan DJA − termasuk SPAN Project – harus pula diikuti dengan dengan perbaikan atas pengelolaan keuangan negara di DPR, Bappenas, dan kementrian/lembaga lainnya. Jadi, tidaklah tepat bila konsepsi dan perbaikan SPAN hanya dibatasi dan/atau dibebankan pada DJPB dan DJA, serta sangat mungkin proyek tidak akan berhasil seperti yang diharapkan kalau ‘perbaikan’ tidak melibatkan seluruh stakeholder terkait.

Prospek Implementasi: turn-key, COTS, dan best practices of bussines process

Pengadaan dalam rangka SPAN Project bercirikan ‘turn-key’ dan program aplikasi yang akan dipakai adalah berbasis COTS. Secara konsepsi, dengan ‘turn-key’ berarti pemenang tender (vendor) yang nantinya akan mengatur seperti: ‘design dari data base, program aplikasi yang akan dipakai, hardware yang akan digunakan, sequence dari proyek, delivery atas barang/jasa yang dibeli dari proyek, dan sebagainya’. Pengaturan tersebut tentunya sesuai dengan spesifikasi atas barang-barang serta ‘key performance indicators’ yang buat oleh pemilik proyek (Dep. Keuangan). Secara konsep, tujuan dari pemilihan ‘turn-key’ proyek pada dasarnya adalah untuk menghindarkan pemilik proyek (Dep. Keuangan) banyak tersita waktunya mengurusi proyek sehingga pekerjaan rutinnya (daily bussines) terlupakan. Selanjutnya, secara konsepsi pula, program aplikasi berbasis COTS adalah program aplikasi yang dibuat secara khusus oleh perusahaan penyedia software berdasarkan ‘best practices of business process’ pada bidang bersangkutan, sehingga program aplikasi tersebut dapat digunakan secara umum oleh semua institusi untuk menangani bidang bersangkutan. Didunia keuangan, salah satu contoh COTS adalah Oracle Finance (Orafin), yaitu software akuntansi berbasis oracle yang dapat diaplikasikan secara umum oleh banyak institusi untuk menangani urusan akuntansi.

Tentunya ‘turn-key’ dan ‘COTS’ adalah dua hal yang masih kurang popular bagi jajaran DJPB. Selanjutnya, Bapak Bobby AA Nasief dan Bapak Hari Noegroho menjelaskan lebih lanjut rencana implementasi dari SPAN Project, termasuk tentang proses pelelangan, ‘turn-key’, ‘COTS’, pembentukan direktorat baru (Direktorat Transformasi Perbendaharaan / DTP), tentative time line dari pelaksanaan proyek, dan hal-hal kritis lainnya yang sangat mempengaruhi keberhasilan implementasi dari SPAN Project. Dalam hal ini, Bapak Bobby AA Nasief menjelaskan bahwa SPAN Project akan dilaksanakan dalam tahapan-tahapan dan direncanakan akan selesai tahun 2012. Terkait dengan ciri ‘turn key’, pengadaan barang dalam SPAN Project akan dilaksanakan sekaligus diawal proyek. Proses pelelangan hingga penentuan pemenang lelang diharapkan sudah selesai dipertengahan tahun 2009. Terkait dengan hal ini, Bapak Herry Purnomo mengingatkan para pejabat yang terlibat dalam pelaksanaan SPAN Project agar, misalnya, software/hardware yang diadakan tidak ketinggalan secara teknologi ketika delivery dilakukan. Demikian pula, sequence dari project implementation perlu memperhatikan kondisi kantor-kantor Ditjen Perbendaharaan di daerah sehingga tidak menyebabkan barang yang dipasang di daerah tidak seseuai dengan kebutuhan dan/atau sudah rusak sebelum digunakan (mubazir).

Selanjutnya, sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Bobby AA Nasief, termasuk dalam tahapan-tahapan tersebut adalah akan dibentuknya Direktorat Transformasi Perbendaharaan (DTP) dalam tahun 2008 ini. DTP inilah yang akan bertindak sebagai koordinator pelaksanaan SPAN Project di lingkungan DJPB, dan juga dalam proses penyusunan best practices pelaksanaan pekerjaan di Ditjen Perbendaharaan. Best practices of bussines process inilah yang akan menjadi dasar penyusunan sistem informasi dalam SPAN Project oleh pemenang lelang dan merupakan salah satu critical factors keberhasilan dari SPAN Project.

Terkait dengan program aplikasi berbasis COTS, Bapak Hari Noegroho menambahkan bahwa COTS sudah sangat umum dipakai pada perusahaan-perusahaan besar diseluruh dunia termasuk perusahan-perusahaan di Indonesia. Proses pembangunan program aplikasi berbasis COTS tentunya sangat berbeda dengan pendekatan penyediaan program aplikasi yang lazim dilakukan dibanyak kementrian/lembaga termasuk DJPB yaitu melalui pembangunan program aplikasi secara internal atau oleh pegawai-pegawai DJPB sendiri. Konsekuensinya adalah banyak bisnis proses yang ada harus disesuaikan dengan bisnis proses dalam COTS tersebut. Bapak Hari Noegroho mencontohkan, misalnya, bila saat ini kesalahan pembukuan seringkali dilakukan dengan langsung memperbaiki data base terkait, hal tersebut tidak akan bisa lagi dilakukan dengan COTS. Perbaikan harus dilaksanakan dengan melakukan ‘jurnal balik’ atas penjurnalan yang telah dilakukan sebelumnya.

Penutup

Secara umum, dengan waktu sosialisasi kurang lebih 2 jam, masih banyak hal terkait dengan SPAN Project yang belum tercakup dalam sosialiasi tersebut. Namun demikian, hal yang patut digarisbawai dari sosialisasi tersebut adalah bahwa meskipun SPAN Project dibiayai dengan pinjaman dari World Bank, banyak ahli/konsultan yang terlibat dalam pelaksanaan proyek, serta bercirikan ‘COTS - turn key’, semua keputusan, kebijakan dan tanggungjawab tetap ada pada pemilik proyek yaitu pemerintah dalam hal ini DJPB, DJA dan kementrian/lembaga yang terlibat dalam proyek ini. Keterlibatan seluruh staff DJPB pada akhirnya tidaklah sedikit, terutama dalam penyusunan best practices dari pelaksanaan pekerjaan di DJPB, penyusunan berbagai peraturan terkait dengan perubahan SOP nantinya, change management yang diperlukan untuk menyesuaikan culture/mindset dari para pegawai terkait SOP baru, serta dalam rangka pengawasan, pengendalian dan tanggungjawab keberhasilan dari proyek. Untuk itu, dukungan dari seluruh jajaran di DJPB secara khusus dan seluruh Dep. Keuangan secara umum sangat menentukan keberhasilan dari SPAN Project.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan : http://www.perbendaharaan.go.id/new
Versi Online : http://www.perbendaharaan.go.id/new/?pilih=lihat&id=2158